photo macaubet4._zpsgvnu3grv.gif  photo mbopoker_zpsdrqangzr.gif
Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

KEMENDESA - Mengadakan Pelatihan Jurnalisme Bencana Alam di Makasar dan Batam

KEMENDESA - Mengadakan Pelatihan Jurnalisme Bencana Alam di Makasar dan Batam



MBO BREAKING NEW  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) akan mengadakan pelatihan jurnalisme kebencanaan. Jurnalisme kebencanaan berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat, proporsional, dan bersifat kondusif dalam memberitakan bencana dan mendorong masyarakat untuk siap sebelum terjadinya bencana.

Acara yang diselenggarakan Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendesa PDTT itu akan berlangsung dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) di Makassar. Acara itu resminya dinamai Bimbingan Teknis Publikasi Penyiapan Media untuk Masyarakat Tangguh Bencana. Pada 1-3 Juni, pelatihan serupa juga akan dilangsungkan di Batam.

Acara di Makassar akan diikuti 60 peserta, yang terdiri dari staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah tertentu (PDTu), dan unsur masyarakat peduli bencana. Dua jurnalis senior akan memberi materi pada acara itu, yaitu mantan jurnalis Tabloid DeTik Dadang RHs, dan jurnalis Aktual.com Satrio Arismunandar dan Jurnalis MBO BREAKING NEW

Jurnalistik kebencanaan berperan penting dalam hal memberikan informasi publik perihal kondisi atau peristiwa yang tengah berlangsung di daerah masing-masing. Peran jurnalisme yang dulu formal dan dilakukan oleh insan media, kini bisa digantikan oleh warga lewat jurnalisme warga 

Dengan semaraknya jurnalisme warga, keluasan jaringan informasi bisa didapatkan, begitu pula kecepatan dan akurasi. Jika peran ideal jurnalisme bencana dapat dijalankan oleh masyarakat, informasi tentang suatu persoalan bisa lebih berimbang. Informasi tidak lagi dimonopoli oleh media yang memiliki beban kepentingan bisnis.

Ferry Syahminan, Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V, yang juga menjadi panitia pelatihan mengatakan, “Saat ini, peran ideal jurnalisme warga belum dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri. Etika jurnalistik, kemampuan menulis, serta akurasi informasi, belum banyak didapatkan dari produk-produk jurnalisme warga.”

“Alhasil, sering kali ketika ada suatu peristiwa, informasi yang beredar malah menyebabkan kekisruhan. Dalam kasus berita terorisme atau kriminal, juga banyak beredar foto-foto korban yang mengabaikan etika. Itulah sebabnya, perlu diadakan pelatihan ini

Ikuti terus Berita terupdate lainnya hanya di MBO BREAKING NEW mengenai kami klik disini

ERUPSI GUNUNG SINABUNG, DEBU MENGUYUR KOTA BERASTAGI

ERUPSI GUNUNG SINABUNG, DEBU MENGUYUR KOTA BERASTAGI


ERUPSI GUNUNG SINABUNG, DEBU MENGUYUR KOTA BERASTAGI


GUNUNG SINABUNG kembali erupsi,pada Selasa (24/5/2016) sekitar pukul 05.45 WIB. Mengakibatkan, Kota Brastagi, Kabupaten Karo, Sumut diguyur hujan debu vulkanik.

Berdasarkan pengamatan MBOBREAKING NEW, di Kota Brastagi beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan dipenuhi debu vulkanik. Apalagi hujan debu tipis masih berlangsung.

Seorang warga bernama Danil mengatakan, berdasarkan kabar yang beredar subuh tadi ada erupsi Gunung Sinabung. Karena itu, ada hujan debu vulkanik.

"Bangun tadi sudah ada hujan debu vulkanik. Berangkali erupsinya pukul 06.00 WIB. Lihatlah hujan debu masih turun," ungkapnya kepada MBOBREAKING NEW.

Sedangkan, staf pemantau Gunung Sinabung Derry membenarkan adanya erupsi Gunung Sinabung subuh tadi. Tapi dia tidak dapat memastikan tingginya jarak luncur debu.

"Iya, tadi pagi erupsi, debu vulkanik mengarah ke timur. Namun belum dapat dipastikan tingginya debu erupsi karena tertutup kabut," ujarnya. (MBOBREAKING NEW)

Berita terkait GUNUNG SINABUNG, KOTA BERASTAGI, BENCANA ALAM

Senin, 23 Mei 2016

BREAKING NEW - LETUSAN AWAN PANAS GUNUNG SINABUNG MENGAKIBATKAN 9 ORANG TEWAS

BREAKING NEW - LETUSAN AWAN PANAS GUNUNG SINABUNG MENGAKIBATKAN 9 ORANG TEWAS



BENCANA ALAM

Jumlah korban jiwa awan panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, bertambah menjadi sembilan orang.

Berdasar data sementara BPBD Karo, enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas.

"Semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe, "ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Minggu (22/5/2016).

Dijelaskan, Semua korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat kejadian Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 Wib.

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat.

Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya.

Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya.

Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah.

Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi.

Korban meninggal dan luka:

Meninggal:
1. Karman Milala (60)
2. Irwansyah Sembiring (17)
3. Nantin Br. Sitepu (54)
4. Leo Perangin-angin
5. Ngulik Ginting
6. Ersada Ginting (55)

Luka-luka:
1. Brahim Sembiring (57)
2. Cahaya Sembiring (75)
3. Cahaya br Tarigan (45)

Ikutin terus bertia" terupdate dari kami BREAKING NEW klik disini


 photo macau4423._zpsozgvsngy.gif