photo macaubet4._zpsgvnu3grv.gif  photo mbopoker_zpsdrqangzr.gif
Tampilkan postingan dengan label GIZI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GIZI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

MAKAN IKAN TUNA CUKUP DUA KALI SEMINGGU KENAPA?

MAKAN IKAN TUNA CUKUP DUA KALI SEMINGGU KENAPA?


MAKAN IKAN TUNA CUKUP DUA KALI SEMINGGU KENAPA?



MBO BREAKING NEW Ikan memang baik dikonsumsi. Selain berprotein tinggi, beberapa jenis ikan kaya omega 3, vitamin dan zat lainnya yang menyehatkan. Tapi laut Jakarta yang makin kotor membuat ikan terkontaminasi zat berbahaya seperti logam merkuri.

Hal ini ditanggapi serius oleh Yayasan Gema Sadar Gizi yang juga Pengurus PDGKI Dr. Tirta Prawita Sari, MSc, Sp. GK. Menurutnya, ikan di laut Jakarta memang berbahaya. Tapi yang perlu diketahui, ikan yang ukurannya besar, seperti tuna atau hiu secara alamiah akan memproduksi merkuri dalam tubuhnya.

"Secara alami ikan laut berukuran besar seperti tuna akan memproduksi merkuri. Artinya, disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan," jelas Tirta, ditulis Selasa (16/7/2013).

Sebelumnya disampaikan bahwa merkuri dapat ditemukan pada air laut berkonsentrasi rendah. Merkuri ini kemudian diserap oleh alga. Alga akan dimakan ikan. Karena ikan dapat dengan mudah menyerap merkuri, dan sangat lamban mengeluarkan kotorannya. Maka semakin besar ikan, makin banyak merkuri yang terakumulasi secara alamiah di tubuh ikan.

Untuk mengurangi risikonya, Tirta menyarankan, Anda yang senang makan ikan, Anda boleh mengonsumsinya tidak lebih dari dua atau tiga kali seminggu. Sisanya, Anda boleh makan ikan kecil seperti ikan kembung, ikan teri atau ikan selar.


Ikuti terus Berita terupdate lainnya hanya di MBO BREAKING NEW mengenai kami klik disini

Melewatkan Sarapan Tak Pengaruhi Berat Badan, Benarkah?

Melewatkan Sarapan Tak Pengaruhi Berat Badan, Benarkah?


Melewatkan Sarapan Tak Pengaruhi Berat Badan, Benarkah?


MBO BREAKING NEW Sepertinya sulit untuk benar-benar memastikan makanan apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi ketika berbicara tentang diet dan kesehatan. Tapi satu hal yang pasti dan seluruh dunia menyepakatinya, sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari.

Tunggu dulu, sebuah studi baru yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan, makan pagi tak sebegitu penting seperti yang kita duga. Terutama jika dikaitkan dengan menjaga berat badan. 

Dalam studi tersebut, sekelompok orang dewasa diminta untuk mengonsumsi sarapan setiap hari. Sedangkan sekelompok orang lainnya diperbolehkan melewatkan sarapan. Setelah enam minggu, para peneliti menemukan tak ada perbedaan antara kelompok yang sarapan mau pun tak sarapan dalam hal berat badan dan kondisi kesehatan.

Individu yang sarapan tentu secara keseluruhan lebih sehat. Tapi hal itu terutama dikarenakan pilihan gaya hidup mereka yang cenderung berhati-hati dan tidak secara spesifik terkait dengan konsumsi makanan di pagi hari. Intinya, Anda boleh memilih antara sarapan atau tidak sarapan, apa pun yang dipilih oleh tubuh Anda


Ikuti terus Berita terupdate lainnya hanya di MBO BREAKING NEW mengenai kami klik disini
 photo macau4423._zpsozgvsngy.gif