photo macaubet4._zpsgvnu3grv.gif  photo mbopoker_zpsdrqangzr.gif
Tampilkan postingan dengan label PILGUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILGUB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

ANGOTA TEMAN AHOK : MERENCANAKAN BUANG DUKUNGAN BILA AHOK PILIH PARPOL

ANGOTA TEMAN AHOK : MERENCANAKAN BUANG DUKUNGAN BILA AHOK PILIH PARPOL


ANGOTA TEMAN AHOK : MERENCANAKAN BUANG DUKUNGAN BILA AHOK PILIH PARPOL

MBO BREAKING NEW  Kegalauan Ahok yang mulai tergoda untuk diusung partai politik mulai dikritisi oleh relawan Teman Ahok. Salah satu anggota Teman Ahok, I Gusti Putu Artha mengatakan bahwa akan banyak orang yang tidak suka dengan partai politik akan menarik diri dukungan mereka pada Ahok.

"Bahkan sudah ada di grup WhatsApp saya kalau sampai Ahok maju dari parpol kita mau buang dukungan yang sudah dikumpulkan," kata Putu di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2016).

Menurut Putu yang pernah menjadi komisioner KPU ini, kalau Ahok maju lewat parpol harus dipikirkan apa untungnya dan apa ruginya. Begitu juga bila maju independen.

Karena itu Putu menyarankan Ahok tetap maju lewat jalur independen. Apalagi saat ini walaupun sudah maju lewat jalur independen, Ahok tetap didukung oleh dua parpol yaitu Partai Hanura dan Partai NasDem.

"Karena itu kami berkesimpulan lebih baik maju lewat jalur perseorangan," ujar Putu.

Hubungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan PDIP makin dinamis akhir-akhir ini. Kemungkinan terjalinnya duet Ahok-Djarot kembali dibahas. Namun PDIP menegaskan tak mungkin mendukung Ahok jika Gubernur DKI itu tetap maju lewat jalur independen. Pun demikian, Ahok juga sudah beberapa kali menegaskan bakal tetap teguh di jalur independen.

Ikuti terus Berita terupdate lainnya hanya di MBO BREAKING NEW mengenai kami klik disini

Minggu, 29 Mei 2016

KARENA SIKAP PDIP AHOK MENGAMBIL JALUR INDEPENDEN

KARENA SIKAP PDIP AHOK MENGAMBIL JALUR INDEPENDEN


KARENA SIKAP PDIP AHOK MENGAMBIL JALUR INDEPENDEN


MBO BREAKING NEW Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, salah satu alasan dirinya memilih jalur independen karena ulah dari PDI Perjuangan. Padahal sebelumnya, dia mengaku sempat ingin maju melalui jalur partai politik, namun hal tersebut diurungkan.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menceritakan, saat terjadi perseteruan antara dirinya dengan DPRD DKI terkait pembahasan APBD 2014, PDI Perjuangan ikut menandatangani hak angket. Alhasil ini menjadi titik balik sikap politiknya.

Setelah itu, mantan Bupati Belitung Timur ini bertemu dengan beberapa anak muda yang tergabung dalam Teman Ahok. Mereka mengatakan siap untuk mendukungnya dalam melakukan pengumpulan syarat maju independen.

"Sekarang ada Teman Ahok yang berjuang setengah mati kumpulin KTP, dari awal juga saya sudah ada PDIP yang pasti enggak perlu koalisi kok. Tapi tiba-tiba waktu itu kan ribut di DPRD nih, tiba-tiba semua nyerang saya, PDIP juga ikut tanda tangan mau impeachment, pemakzulan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/5).

Ahok mengungkapkan awalnya tidak langsung percaya kepada Teman Ahok. Akhirnya, dia meminta kepada para relawan ini untuk mengumpulkan sebanyak 1 juta KTP.

"Lalu saya juga memberat mereka, 'Sejuta ya? Kalau enggak sejuta enggak usah ngomong dulu sama saya nih' lalu kapan mulai ngomong? Waktu sudah capai 500 ribu sekian, sudah bisa nyalon waktu itu," tutupnya.

Hak angket itu sendiri bermula saat DPRD mempermasalahkan pilihan Ahok yang menggunakan konsep e-budgeting dalam penyusunan APBD. Sedangkan Ahok menilai penggunaan konsep e-budgeting tersebut dimaksudkan untuk menciptakan transparansi anggaran.

Oleh karena itu, DPRD menganggap Ahok telah melakukan pelanggaran serius karena tidak mengirimkan Raperda APBD DKI 2015 yang menjadi usulan bersama anggota DPRD dan Pemprov DKI. Sementara itu, menurut Ahok, program e-budgeting dalam APBD DKI merupakan program sejak zaman Jokowi menjadi Gubernur DKI, sehingga harus tetap dijalankan.

Di sinilah perseteruan antara Ahok dan DPRD semakin memanas. Ditambah dengan sikap Ahok yang mudah marah dan berkata kasar, membuat DPRD semakin gencar berupaya menggulingkan Ahok karena dinilai tidak memiliki etika sebagai pemimpin.

Apalagi dengan adanya penemuan dana tak wajar dari pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) di sejumlah sekolah di Jakarta yang jumlahnya mencapai Rp 6 miliar per sekolah. Hal ini membuat Ahok marah besar karena anggaran Pemerintah Provinsi DKI mengalami penggelembungan yang tidak masuk akal. Dia menuding ada dana siluman dipaksakan masuk oleh anggota DPRD lewat anggaran pendidikan.

Sementara itu, DPRD pun membela diri dengan terus menghujat Ahok dengan kritikan mengenai sikap Ahok yang tak beretika. Alhasil, keduanya malah makin doyan perang sindiran dengan kalimat kotor dan nama binatang di bawa.



Ikuti terus Berita terupdate lainnya hanya di MBO BREAKING NEW mengenai kami klik disini
 photo macau4423._zpsozgvsngy.gif